Bagaimana Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Luar Negeri
“Bagaimana cara mendapatkan beasiswa kuliah di negeri? Yang lain kok kayaknya gampang banget dapatnya…”
“Aku pingin sih kuliah di luar negeri, tapi bisa nggak ya?”
INDBeasiswa – Well, beberapa pertanyaan di atas sering sekali dipikirkan saat melihat seseorang berhasil mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Mungkin ada banyak dari kalian bertanya-tanya dan bahkan sempat ragu apakah bisa atau tidak untuk lolos beasiswa kuliah di luar negeri tersebut. Nah, dari beberapa pengalaman mereka yang sudah berhasil mendapatkan beasiswa untuk kuliah di negeri impiannya, INDBeasiswa merangkumnya dalam beberapa tips bagaimana cara mendapatkan beasiswa kuliah luar negeri yang perlu kalian ketahui.
Tips Bagaimana Cara Mendapatkan Beasiswa
1. JANGAN RAGU!
Doubt kills more dreams than failure ever will!
Pertama yang harus kalian pastikan adalah apa yang menjadi prioritas kalian saat ini. Kuliah? Kerja? Atau Nikah? Kalau kuliah, mau di dalam negeri atau di luar negeri? Setiap orang punya prioritas masing-masing yang berbeda-beda. Kalau kalian yakin untuk melanjutkan studi di luar negeri, mulai saat ini tekadkan diri untuk mencari beasiswa yang dapat mendukung destinasi studi yang kalian impikan. YAKIN dan USAHA!
2. QUADRUPLE W ( WHY, WHAT, WHERE, & WHEN )
Jurusan apa yang diinginkan dan kenapa memilih jurusan tersebut? Tanyakan pada diri kamu sendiri, kamu ingin mendalami pada bidang studi apa. Setelah itu, kamu bisa googling universitas mana yang terbaik sesuai dengan jurusan yang kamu inginkan. Disini kamu bakalan menemukan banyak pilihan terutama memilih antara universitas yang memiliki ranking tinggi di dunia dengan jurusan yang kamu minati dan memiliki ranking tinggi. Sebaiknya pertimbangkan untuk memilih universitas yang memiliki ranking tinggi dalam jurusan yang diminati. Karena biasanya orang-orang yang bekerja di bidang atau jurusan tersebut akan lebih mempertimbangkan karyawan yang berasal dari universitas yang rankingnya lebih tinggi pada jurusan tersebut daripada universitas yang punya ranking tinggi di dunia namun rendah di jurusan tersebut.
Selain itu, lihat juga jadwal universitas yang dituju membuka penerimaan mahasiswa baru. Biasanya dalam setahun terdapat beberapa intake, dan kebanyakan universitas memulai intake pada bulan September. Dengan mengetahui informasi ini, kamu bisa merencanakan dan mempersiapkan lebih awal untuk mengambil intake yang mana.
Baca Juga
- Beasiswa CIMB ASEAN Tahun 2025 untuk Calon Mahasiswa Baru S1 (Deadline: 25 Apr 2025)
- Beasiswa S3 Austria Program IASP Tahun 2025 untuk Dosen PTN dan PTS (Deadline: 31 Mar 2025)
- Beasiswa ASEAN Maybank untuk Mahasiswa S1 Kuliah di Kawasan ASEAN (Deadline: 9 Mar 2025)
- Beasiswa Taiwan ICDF Tahun 2025 untuk Kuliah S2 dan S3 FULL Scholarship (Deadline: 15 Mar 2025)
- Beasiswa Ajinomoto 2026 Kuliah S2 di Jepang (Deadline: 9 Mar 2025)
3. HOW???
Setelah mendapatkan referensi universitas yang kamu minati, saatnya buat mengumpulkan persyaratan yang diminta. Pada dasarnya yang diminta oleh universitas adalah ijazah, transkrip, dan dokumen dasar lainnya. Selain itu, kamu juga perlu mempersiapkan dari awal untuk TOEFL / IELTS, Surat Referensi yang berjumlah 2 buah biasanya dari dosen dan dari atasan tempat kamu bekerja, serta motivation letter. Di motivation letter ini kamu benar-benar harus perhatikan karena biasanya mereka akan menilai apakah kamu sesuai atau tidak dengan kriteria mereka terutama bagi universitas yang tidak mengadakan interview. Disini sebaiknya kamu tunjukkan kelebihan diri kamu dan kasih alasan yang jelas mengapa kamu ingin kuliah di universitas tersebut.
4. GET SCHOLARSHIP
Kalau kamu mendaftar kuliah di luar negeri berdasarkan beasiswa, sebaiknya sambil mencari universitas yang kamu tuju juga sambil mencari beasiswa yang dapat kamu apply nantinya. Beasiswa ada berbagai macam, ada yang harus dapat beasiswa dulu baru penentuan universitasnya belakangan (seperti Beasiswa Fulbright), ada juga beasiswa yang mensyaratkan harus ada LoA (Letter of Acceptance) dari universitas yang kamu tuju baru bisa di apply beasiswanya (misal DIKTI, Diknas, dan LPDP), lalu ada juga beasiswa dari pemerintah Indonesia dengan negara yang dituju (misal Beasiswa Chevening untuk destinasi Inggris), serta ada juga beasiswa yang disediakan dari universitas yang dituju itu sendiri.
5. DONT GIVE UP!
One thing to be remembered, semakin besar hal yang ingin kita capai, maka semakin besar juga perjuangannya. Memang saat kita mencari informasi beasiswa, proses seleksi dan tes, dan sebagainya, kita bakalan capek dan sempat pesimis. Tapi kalau kamu memang benar-benar ingin melanjutkan studi di luar negeri, jangan pernah menyerah! Kalau orang lain bisa, kenapa kita nggak bisa? Nah yang membedakan bisa atau nggaknya ya balik lagi ke diri kita masing-masing, seberapa besar usaha yang kita berikan untuk menggapainya. Jangan lupa untuk berdoa agar diberikan yang terbaik.
Semoga Tips Bagaimana Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah di Luar Negeri tersebut bisa bermanfaat bagi kamu semua. Good Luck Scholarship Hunter!