Cerita Inspirasi: Mendapatkan Beasiswa di UIN Sunan Ampel Surabaya
INDBeasiswa.com – Selain cerita inspirasi mendapatkan beasiswa unggulan yang telah diposting sebelumnya, ada juga kisah lain dari kawan kita yang berhasil mendapatkan Beasiswa Kuliah di kampusnya. Kak Brilliant Windy Khairunnisa berhasil mendapatkan Beasiswa di UIN Sunan Ampel Surabaya. Bagaimana sih ceritanya? Yuk simak kisahnya!
Pengalaman Mendapatkan Beasiswa di UIN Sunan Ampel Surabaya
Assalamualaikum Wr Wb.
Hai guys…! Perkenalkan, nama saya Brilliant Windy Khairunnisa alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1, yang mana saya merupakan salah satu peraih Beasiswa Mahasiswa Bibit Unggul Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Saya ingin berbagi kisah perjalanan saya dalam melumpuhkan kegagalan pada kawan-kawan sekalian.
Sejak duduk di bangku SMA, saya tidak pernah sama sekali terbesit untuk kuliah di Indonesia. Negara di timur tengah, adalah tujuan utama saya untuk melanjutkan kuliah pada jenjang sarjana. Terlebih karena saya berhasil menjadi salah satu peserta student exchange ke Mesir saat masih duduk di kelas 1 SMA, semakin memotivasi saya agar dapat melanjutkan kuliah di negeri impian. Namun di balik itu semua, tujuan utama saya untuk kuliah di luar negeri tidak hanya sekadar ingin meraih cita-cita, melainkan saya ingin sekali membahagiakan kedua orang tua saya dengan cara tersebut.
Usai lulus SMA, pondok pesantren saya mewajibkan setiap santrinya untuk melakukan pengabdian di pondok yang telah ditentukan selama setahun. Dan saya diutus untuk melaksanakan pengabdian di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di samping mengajar dan mengabdi, saya juga berusaha memaksimalkan waktu untuk belajar dan persiapan agar dapat lolos kuliah di luar negeri. Saat memasuki akhir tahun pengabdian, saya mulai mendaftarkan diri dan mengikuti beberapa tes masuk kuliah di berbagai kampus di luar negeri. Selang beberapa waktu, satu persatu ujian masuk kampus mulai memberikan pengumuman. Di antaranya adalah salah satu kampus di Malaysia, dimana saya lolos pada jurusan Farmasi. Sayang, rupanya beasiswa yang diberikan hanyalah parsial hingga saya harus membayar sejumlah biaya-biaya lain yang tentu tidak sedikit. Tentu saja hal ini membuat saya harus berpikir berkali-kali untuk bicara pada kedua orang tua saya.
Bulan berikutnya saya kembali mendapatkan pengumuman yang menyatakan bahwa saya lolos untuk melanjutkan kuliah di Rabat, Maroko. Kuliah musim panas, dengan jurusan Bahasa Arab. Namun lagi-lagi beasiswa ini hanyalah parsial, hingga membuat saya kembali memutar pikiran untuk melanjutkan. Kemudian ada pendaftaran beasiswa YTB (Turki) dibuka, satu persatu dokumen dan lain sebagainya mulai saya persiapkan. Namun qodarullah saat itu di pondok pengabdian saya sedang sangat padat kegiatannya, banyak sekali hal-hal yang harus saya lakukan selaku pengurus sekaligus pengajar di sana. Saya baru ingat bahwa saya harus submit aplikasi beasiswa YTB malam itu juga. Dan ternyata saat saya akan submit, jaringan sedang error sampai pukul 12 malam dan aplikasi pun sudah ditutup. Saya gagal untuk submit aplikasi beasiswa saya. Ada rasa kecewa yang mendalam, namun saya selalu berusaha untuk tidak pernah menyesali apa yang sudah terjadi, sebab saya yakin pasti akan ada hikmah di balik semua ini.
Dua minggu sebelum masa pengabdian saya selesai, saya mencoba kembali untuk melakukan ujian masuk tes timur tengah dengan negara tujuan Mesir. Pada dasarnya, kuliah di jurusan Tafsir Hadis atau Sastra Arab merupakan impian saya. Negara timur tengah menurut saya merupakan negara terbaik untuk mempelajari hal tersebut. Sambil menunggu pengumuman hasil seleksi dari KEMENAG yang ternyata ditunda, saya juga mengikuti seleksi pada negara tujuan Sudan dengan jalur lain. Dan Alhamdulillah saya LOLOS untuk melanjutkan kuliah di Universitas Al-Qur’an AL-Karim dan Ilmu-ilmu Islam, Sudan dengan jurusan Bahasa Arab, yang mana pengumuman beasiswa ini lebih dahulu muncul sebelum pengumuman KEMENAG. Saya pun tidak terlalu sedih saat mengetahui bahwa saya dinyatakan belum lolos untuk melanjutkan kuliah di Mesir.
Persiapan keberangkatan mulai saya lakukan, dimulai dari berkas-berkas, surat izin orang tua dan lain sebagainya. Hingga tiba saat saya mulai mengurus persyaratan visa, tiba-tiba Abi (ayah saya) menemui saya dan berucap, “Jikalau 7 tahun kedua jiwa (saya dan abi) berpisah, lalu suatu saat mereka disatukan kembali. Namun ternyata kedua jiwa itu harus berpisah kembali hingga 4-5 tahun lamanya. Hingga saat ia kembali, hanya sekadar untuk berpamitan untuk menjalin kasih dengan keluarga barunya, apakah aku tega membiarkan hal itu terjadi?”. Kalimat abi tersebut membuat saya bingung dan berpikir berkali-kali. Padahal tinggal selangkah lagi saya tiba di Sudan, namun tiba-tiba abi berubah pikiran. Di satu sisi saya ke luar negeri ingin membahagiakan abi, namun di sisi lain ternyata abi lebih senang jikalau saya kuliah di kota saya sendiri.
Akhirnya saat itu juga abi meminta saya untuk mencari kampus-kampus di Surabaya yang masih buka, agar dapat kuliah pulang-pergi dan tidak nge-kost. Namun tidak ada, semuanya sudah tutup. Saya tidak pernah berpikir untuk kuliah di Indonesia, hingga pada akhirnya 7 kampus menolak saya. Dan hari itu hanya tersisa satu kampus yang masih buka, hari terakhir pendaftaran, jam terakhir. Saya langsung mendaftarkan diri saya pada kampus tersebut berikut beasiswanya. Sempat sedikit putus asa, namun saya selalu ingat tujuan utama saya, membahagiakan orang tua.
Tujuh hari kemudian saya mendapatkan pesan whatsapp dari kawan saya yang juga mendaftarkan dirinya beasiswa dengan saya. Pesan tersebut berisi pengumuman beasiswa, dan qodarullah walhamdulillah saya LOLOS BEASISWA tersebut!. Saya pun langsung bergegas menuju Umi (ibu saya) dan memberitahunya hingga ia pun meneteskan air mata bahagia karenanya. Abi yang saat itu hanya dapat saya beri kabar melalui telepon genggam pun juga ikut sangat bahagia mendengarnya. Saya mendapatkan Beasiswa Mahasiswa Bibit Unggul UIN Sunan Ampel Surabaya, di jurusan Hubungan Internasional dari awal hingga lulus kuliah pada kategori prestasi non-akademik berupa kejuaraan pencak silat tingkat provinsi. Jurusan tersebut saya pilih berdasarkan saran dari Umi, kata beliau siapa tahu jikalau saya dapat kuliah di jurusan Hubungan Internasional saya pun dapat menginjakkan kaki saya pada berbagai negara di dunia, sebagai ganti dari kuliah sarjana saya yang tidak jadi di luar negeri.
Dari sini saya menyimpulkan bahwa niat utama memanglah sangat penting. Mungkin itulah salah satu hikmah dengan adanya niat saya untuk membahagiakan kedua orangtua saya, meski tidak jadi berangkat ke Sudan untuk kuliah sarjana namun akhirnya saya dapat kuliah juga dengan beasiswa, tidak membayar sama sekali dan yang paling penting kedua orang tua saya dapat terus bahagia 😊. Dan semoga inilah awal langkah saya untuk dapat menjajaki negara-negara yang lain.
So, keep spirit guys! Tetapkan sejak sekarang apa niat utama kalian ingin mendapatkan beasiswa, dan terus berjuang. Sebab pada dasarnya setiap manusia itu pasti memiliki jatah gagalnya masing-masing dan alangkah baiknya jikalau kita menghabiskan jatah gagal kita itu di masa muda agar saat sudah tua kelak tinggal menikmati hasil jerih payah kita. Hhe. Sekian dulu kisah dari saya yaa… Wish You Luck!!!
Wassalamualaikum. Wr Wb
Feel free? Contact me at :
FB : Oyek Jiddan
Email : brilliantwindy@gmail.com
Instagram : @oyekjiddan
Youtube : Oyek Jiddan
Baca Juga
- Beasiswa Sang Surya Lazismu UMY untuk Mahasiswa Diploma, S1, S2 dan Profesi (Deadline: 28 Jan 2026)
- Beasiswa S1 Jepang 2026 Mitsui Bussan Scholarship Program untuk Lulusan SMA (Deadline: 13 Feb 2026)
- Beasiswa UMY Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Kuliah Gratis untuk Lulusan SMA/SMK/Sederajat (Deadline: 21 Feb & 28 Mar 2026)
- Beasiswa Telkom University untuk Lulusan SMA SMK Sederajat Tahun 2024, 2025, 2026 (Deadline: 30 Jan & 20 Feb 2026)
- Beasiswa Goh Keng Swee (GKS) 2026 untuk Kuliah S1 di NUS Singapura (Deadline: 23 Feb 2026)
Mari berbagi pengalaman dan cerita mengenai motivasi belajar dan beasiswa yang anda dapatkan kepada saudara-saudara kita yang mungkin belum seberuntung anda. Sesederhana apapun tulisan yang anda tulis bisa menjadi inspirasi untuk saudara-saudara kita di seluruh penjuru tanah air Indonesia. Kirimkan tulisan ke alamat email: indbeasiswa@gmail.com dalam bentuk softcopy (.doc/.docx) dengan format tulisan sebagai berikut :
- Nama
- Alamat e-mail
- Judul tulisan
- Isi cerita/pengalaman
- Foto (jika ada)
Yuk, manfaatkan kesempatan ini untuk membagikan pengalaman dan cerita kita. Jangan lupa bahwa ilmu dan pengalaman akan lebih bermanfaat jika dibagikan kepada orang lain.



