Pastikan anda menggunakan browser Chrome atau Mozilla Firefox untuk mendapatkan tampilan dan informasi yang maksimal dari website indbeasiswa.com

INDBeasiswa.com – Pemuda-pemudi Indonesia! Ada kabar baik nih yang mungkin sudah kalian tunggu-tunggu! Program Pertukaran Pemuda Antarnegara (PPAN) kembali ditawarkan untuk Tahun 2018. PPAN merupakan program tahunan hasil kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dengan negara-negara sahabat dan telah diadakan sejak tahun 1973. Dalam program PPAN, kalian akan berkesempatan mengikuti kegiatan pertukaran ke Australia, Jepang, Korea, China, Malaysia, Singapura, atau negara-negara ASEAN lainnya. Skema pendanaan berbagai program pertukaran tersebut ditangani oleh Pemerintah Indonesia bersama dengan pemerintah negara-negara sahabat dan juga organisasi lain yang menjadi mitra program yang bersangkutan.

Program Pertukaran Pemuda Antar Negara Tahun 2018 oleh Kemenpora RI

Perlu diketahui, PPAN merupakan salah satu program pemerintah dalam mengembangkan generasi muda Indonesia untuk memperluas pengetahuan dan wawasan, sekaligus mempersiapkannya menghadapi tantangan global di masa mendatang. Program ini dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA). Di tingkat provinsi, pengelolaan administrasi PPAN ditangani oleh Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) masing-masing provinsi bekerjasama dengan mitra utamanya Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) sebagai organisasi perhimpunan alumni PPAN.

Baca Juga:
Beasiswa Summer School di Turki oleh Yunus Emre Institute Tahun 2018

Tujuan dari Program Pertukaran Pemuda Antarnegara:
1. Mempererat persahabatan dan kerja sama Pemuda Indonesia dengan Pemuda dari negara tujuan.
2. Meningkatkan rasa saling pengertian diantara masyarakat khususnya generasi muda dengan negara tujuan.
3. Menciptakan kader-kader pemimpin bangsa yang berwawasan internasional.
4. Memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk lebih mengenal adat-istiadat, kesenian, dan budaya di negara tujuan, tukar-menukar pengalaman serta melakukan kegiatan bersama di negara lain yang akan menimbulkan saling pengertian, penghormatan dan toleransi di kalangan generasi muda.
5. Generasi muda diharapkan mampu menciptakan jaringan informasi, komunikasi dan bisnis.

Bagaimana Pembiayaan PPAN?

Selama proses seleksi PPAN, calon peserta tidak dipungut biaya sepersen pun alias gratis. Kecuali untuk transportasi di seleksi provinsi apabila kamu lolos seleksi administratif, ditanggung diri sendiri. Biaya pembuatan paspor tidak ditanggung oleh pihak Kemenpora. Namun biasanya, biaya pembuatan paspor akan dibantu oleh pihak pemerintah daerah.
Pemerintah provinsi menanggung biaya-biaya sebagai berikut:
(a) Biaya perjalanan dari tempat tinggal ke ibu kota provinsi (PP)
(b) Akomodasi selama mengikuti program yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi masing-masing (biasanya dalam bentuk uang saku).
Untuk pihak Kemenpora menanggung:
(a) Biaya visa, airport tax dan tiket ke negara tujuan PP
(b) Biaya transportasi dari ibukota provinsi ke Jakarta (PP) untuk mengikuti program
(c) Perlengkapan dan akomodasi selama mengikuti program.

Jenis Program Pertukaran Pemuda Antar Negara:

1. ASVI (ASEAN Students Visit India)

Program ASVI merupakan salah satu Program Pertukaran Pemuda Antar Negara yang dilakukan oleh negara anggota ASEAN dan India. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahamaman pelajar ASEAN mengenai sistem ekonomi India dan untuk menguatkan hubungan diplomatis antara negara ASEAN dan India.

Program ini biasanya dilaksanakan pada bulan September dan berlangsung sekitar 14-16 hari di Indonesia dan India. Pre Departure Training dilaksanakan kurang lebih selama tiga hari, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai hal di India. Program utama dilaksanakan selama 10 hari di India, dan Re-entry dilaksanakan selama 3 hari di Indonesia. Selama program, peserta akan berkunjung ke berbagai institusi finansial, pusat bisnis, pendidikan dan rumah produksi di beberapa kota di India. Peserta juga akan diundang untuk mengunjungi tempat historis seperti Taj Mahal.

2. AIYEP (Australia – Indonesia Youth Exchange Program)

AIYEP merupakan Program Pertukaran Pemuda Indonesia dengan Australia. Para peserta akan menjalani penempatan kerja (Work Placement) sesuai permintaan dan latar belakang pendidikan masing-masing, serta tinggal bersama keluarga angkat (Home Stay) selama 2 bulan di Australia dan kemudian dilanjutkan 2 bulan lagi di Indonesia. Bukan hanya itu, peserta juga diwajibkan untuk mengadakan penampilan seni budaya (Cultural Performance) disetiap minggunya pada sekolah-sekolah.

3. IChYEP (Indonesia – China Youth Exchange Program)

IChYEP atau biasa disebut dengan Program Pertukaran Pemuda Indonesia – Cina (PPIC) merupakan implementasi atas kerjasama bilateral antara Indonesia dan Tiongkok. Terdapat banyak sesi selama pertukaran berlangsung, mulai dari Institutional Visits, Courtesy Calls, Academic and Political Discussion, Cultural Performance, Creative Industry Study Tour and Historical Visits. Selain memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Tiongkok, program ini juga menargetkan bahwa delegasi yang mewakili di Indonesia dapat mengambil ilmu-ilmu wirausaha dari negeri tirai bambu tersebut.

4. IKYEP (Indonesia – Korea Youth Exchange Program)

IKYEP atau biasa disebut juga PPIKor merupakan salah satu Program Pertukaran Pemuda yang difasilitasi oleh KEMENPORA dengan Ministry of Gender Equality and Family Republic of Korea (Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Republik Korea). Kegiatan IKYEP ini berlangsung dalam dua fase. Pertama adalah fase Korea. Kedua adalah fase Indonesia. Masing-masing fase berdurasi sepuluh hari. Aadapun yang menjadi kegiatan utamanya ialah: Courtesy Call, Homestay, Kunjungan Industri/Kebudayaan, Cross-Cultural Awareness, Workshop, dan berbagai aktivitas kelompok lainnya.

5. IMYEP (Indonesia – Malaysia Youth Exchange Program)

Program IMYEP bertujuan tidak hanya untuk memperkuat hubungan antara Negara Indonesia–Malaysia, tetapi juga sebagai satu bentuk komitmen riil kedua pemerintah dalam mengembangkan potensi pemudanya dalam berbagai sisi. Tidak hanya berfokus pada bidang kebudayaan, IMYEP juga berfokus pada bidang entrepreneurship, kepemimpinan dan pendidikan kepemudaan. Kegiatan utamanya yaitu melakukan kunjungan ke beberapa institusi pemerintahan seperti Kementerian Belia Sukan (KBN) Negara Malaysia dan pusat-pusat pendidikan seperti University of Selangor.

6. SSEAYP (Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program)

Secara umum, program ini bertujuan untuk memperkuat jejaring (network) dan pemahaman antarbudaya yang saling menguntungkan (mutual understanding) di antara pemuda Asia Tenggara dan Jepang. Secara umum, kegiatan SSEAYP dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu kegiatan di atas kapal (kegiatan selama kapal berlayar) yang dikenal dengan sebutan “Onboard Activities” dan kegiatan di darat (saat kapal berlabuh) dikenal dengan sebutan “Country Program”. Onboard Activities terdiri dari: Discussion Group, Club Activities, Solidarity Group, Voluntary Activities, National Presentation, Flag Hoisting. Sedangkan untuk Country Programs terdiri dari: Welcoming Ceremony, Courtesy Call and Receptions, Institutional Visits, Interaction with Local Youth, Welcoming Dinner, Country Performance, Homestays dan Farewell Ceremony. Negara tujuan kapal berlabuh berubah setiap tahunnya. Biasanya terdiri dari Jepang dan 5 negara ASEAN.

7. SIYLEP (Singapore – Indonesia Youth Leadership Exchange Program)

Program ini merupakan hasil kerjasama antara KEMENPORA RI dan Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura. Program ini sendiri diikuti oleh 40 peserta (20 peserta Indonesia dan 20 peserta Singapura) serta berdurasi dua minggu yang dibagi ke dalam dua fase: fase Singapura dan fase Indonesia. Selama program berlangsung, peserta berkesempatan untuk mengunjungi kantor-kantor start-up yang berada di kedua negara, tinggal bersama keluarga angkat/host family, serta melakukan proyek sosial atau community development.

PERSYARATAN UMUM:
1. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Merupakan Warga Negara Indonesia.

3. Memiliki minat yang kuat dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan kesukarelawanan.

4. Berusia antara 18 s/d 30 tahun.

5. Sehat jasmani dan rohani, tidak merokok, dan bebas narkoba.

6. Pendidikan minimal SMA/sederajat.

7. Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah hingga masa program berakhir.

8. Mempunyai wawasan kebangsaan dan cinta tanah air serta pengetahuan yang luas mengenai isu-isu nasional dan internasional.

9. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan.

10. Memiliki pengetahuan mengenai seni dan budaya Indonesia dan daerah asal.

11. Belum pernah mengikuti PPAN yang diselenggarakan oleh pihak KEMENPORA.

12. Belum pernah terlibat dalam tindakan kriminal dan atau dijatuhi hukuman berdasarkan keputusan pengadilan.

13. Dapat berkomunikasi secara efektif dan mahir menggunakan media sosial seperti: email, instagram, facebook, twitter, dan lain-lain.

13. Bersedia melakukan Post Program Activity (PPA) yang dapat meliputi kegiatan pemberdayaan masyarakat di tingkat provinsi, nasional atau internasional.

CARA PENDAFTARAN:
Untuk mendaftar Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2018, dilakukan pada tim seleksi daerah masing-masing provinsi (Purna Caraka Muda Indonesia/PCMI), LSM, alumni PPAN, perguruan tinggi).

Informasi lebih detail mengenai Kontak Pendaftaran di masing-masing provinsi dapat dibuka pada link berikut: bit.ly/indbeasiswaline. Add Kontak LINE INDBeasiswa, kemudian lihat bagian Home (klik Gambar Rumah) di bagian atas LINE INDBeasiswa. Segala informasi terkait pendaftaran Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2018 akan kami update pada LINE INDBeasiswa.

Semoga bermanfaat.