Pastikan anda menggunakan browser Chrome atau Mozilla Firefox untuk mendapatkan tampilan dan informasi yang maksimal dari website indbeasiswa.com

Kontributor: Logkerja.com

Sebagai mahasiswa di suatu perguruan tinggi, peranan dosen dalam membimbing tugas atau project yang sedang kita kerjakan memang sangat menentukan. Apalagi kalau sudah berhubungan dengan yang namanya tugas akhir/skripsi/tesis. Rasanya kebutuhan akan bimbingan dosen tiba-tiba saja meningkat luar biasa. Terutama kalau ada banyak revisi yang harus segera dibenahi dalam metode ataupun hasil penelitian. Namun perlu kita ketahui bahwa menghubungi dosen juga perlu yang namanya etika. Ingin tahu seperti apa penjabarannya, berikut informasi detailnya yang kami sandur dari laman Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia.

Etika Menghubungi Dosen Melalui Telepon:

Etika Menghubungi Dosen Melalui Telepon
Etika Menghubungi Dosen Melalui Telepon

1. Perhatikan waktu yang tepat untuk melakukan panggilan.
Ingat baik-baik! Dosen juga manusia, butuh yang namanya istirahat, tidur, berkumpul dengan keluarga ataupun beribadah. Kalau misalnya si dosen lagi tidur terus kita telpon atau sms, kemungkinan besar tidak akan dijawab. Selain itu jangan pernah menghubungi dosen diatas jam 8 malam (20:00) supaya tidak mengganggu dan membuat kesan diri yang buruk.

2. Selalu awali dengan kalimat sapa atau salam.
Setelah panggilan telepon diterima sama dosen, ucapkan kalimat salam/sapa terlebih dahulu. Entah itu selamat pagi, siang, sore atau Assalamualaikum jika kedua belah pihak sesama muslim. Hal ini juga berlaku jika komunikasi anda menggunakan pesan singkat melalui SMS, WA, BBM, Line atau platform komunikasi lainnya.

3. Setelah itu gunakan permohonan “maaf”.
Perlu diketahui dalam kata maaf mengandung unsur kerendahan hati dan sopan santun, karena itu ucapkan kalimat maaf dalam awalan panggilan/pesan singkat. Contoh: “Mohon maaf Pak/Bu sudah mengganggu waktunya” atau “Mohon maaf Pak/Bu sudah mengganggu aktivitasnya” atau “Mohon maaf sudah mengganggu aktivitas yang sedang Bapak/Ibu kerjakan”.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Program Master yang Ingin Ditekuni

4. Sebutkan identitas diri anda.
Karena yang dihubungi jabatannya adalah dosen maka pasti ada banyak mahasiswa yang ia hadapi setiap harinya dan tidak semua nomor kontak mahasiswa ia simpan. Supaya memudahkan identitas diri anda dikenali dengan baik, sebaiknya sebutkan identitas anda. Contoh: “Nama saya Rendi mahasiswa jurusan Teknik Sipil Tahun 2014, semester ini saya ikut mata pelajaran yang Ibu/Bapak ajarkan tentang Manajemen Konstruksi”.

5. Gunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti.
Agar maksud dan tujuan mudah dipahami gunakanlah kalimat yang formal dan juga sopan. Hindari juga penulisan kata yang disingkat seperti: kpn, nih, dmn, yg, sy, otw dan lain sebagainya”. Untuk panggilan telepon hindari kata non-formal seperti Lho, tuh, aku, ok, oce, iye, oyi, hooh, heem dan lain sebagainya. Kata-kata non formal tersebut bisa diganti dengan yang lebih formal seperti “Baik” untuk kata ok, iye, oce, heem ataupun oyi.

6. Sampaikan kalimat/pesan anda dengan jelas.
Agar anda tidak merasa diombang-ambingkan oleh dosen sebaiknya gunakan kalimat atau pesan singkat yang lugas dan bisa diukur. Contoh: “Saya ingin konsultasi mengenai Bab 4, kapan sekiranya saya bisa menemui Bapak/Ibu pada minggu ini?”

7. Jangan lupa akhiri dengan salam atau terima kasih.
Apabila segala maksud dan tujuan anda tersampaikan dengan baik serta telah mendapatkan solusi/kesepakatan/perjanjian, jangan lupa ucapkan terima kasih atau salam sebagai penutup. Contoh: “Terima kasih Bapak/Ibu atas kesediaan Waktunya, selamat siang”.

Contoh pesan singkat secara umum seperti dibawah ini:
Selamat Pagi Pak Fadli, mohon maaf sudah mengganggu aktivitas yang sedang Bapak kerjakan. Nama saya Rendi mahasiswa jurusan Teknik Sipil Tahun 2013, semester ini saya mengikuti mata pelajaran yang Bapak ajarkan tentang Manajemen Konstruksi. Saya ingin konsultasi mengenai Bab 4, kapan sekiranya saya bisa menemui Bapak pada minggu ini? Terima kasih sebelumnya Pak.”