INDBeasiswa.com – Berulang kali gagal mencoba program beasiswa dan pertukaran pelajar ke luar negeri, tidak membuat teman kita Fauzi Wahyu Zamzami patah semangat. Memiliki mimpi ke luar negeri tanpa biaya orang tua, membuatnya terus berusaha untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Semoga cerita inspirasi dari Fauzi berikut dapat membuat kalian semakin bersemangat dalam meraih mimpi dan cita-cita.

Jejak Zamzami – Dari Pondok Pesantren Al-Ittihad Meraih Mimpi ke Luar Negeri

Cerita Inspirasi Jejak Zamzami Meraih Mimpi ke Luar Negeri
University of Southampton, Johor Bahru, Malaysia (Sumber: Foto Pribadi)

Assalamualaikum Wr.Wb.

Perkenalkan nama saya Fauzi Wahyu Zamzami yang berasal dari Pondok Pesantren Al – Ittihad Cianjur. Saya ingin berbagi pengalaman kepada kawan-kawan semuanya mengenai perjuangan saya yang bertekad untuk meraih mimpi ke luar negeri, dimana hasilnya ditolak 4 negara kemudian dapat 2 negara.

Awalnya, saya terinspirasi dengan salah satu kakak kelas saya namanya Kak Fadhlu Rahman, dia berkata kepada saya seperti ini “Kita hidup di dunia ini hanya 1 kali, sedangkan di dunia ini ada ratusan negara dan beberapa musim. Lalu kita hanya merasakan 1 negara dari ratusan negara itu? Apa kata dunia? Rugi lho.” Dari kata-kata beliau, saya langsung termotivasi untuk bisa keliling dunia, apalagi ditambah dengan pepatah yang mengatakan “Kurang pas kalau kita suka bahasa Inggris dan bisa bahasa Inggris, tapi belum pernah ke negara yang berbahasa Inggris.”

Cerita Inspirasi Zamzami Meraih Mimpi ke Luar Negeri
Merlion Park, Singapore (Sumber: Foto Pribadi)

Sejak saat itu, saya mulai mencari berbagai info di internet ketika memiliki waktu senggang, yang mungkin orang lain sibuk dengan akun sosial medianya, sedangkan saya hanya memandang persyaratan untuk mendapat beasiswa ke luar negeri. Sampai teman saya pernah berkata, “Ngapain sih zi nyari yang kaya gitu gada gunanya percuma ga pasti!“ Down memang iya, namun saya kembali berfikir bahwa ke luar negeri adalah impian saya. Ingat kawan! Kita harus memiliki mimpi dan hidup bersama mimpi itu. Dengan tekad yang kuat, saya terus mencari dan mencari, sampai saya menemukan Program AFS/YES yang merupakan program pertukaran pelajar untuk kelas 10 SMA. Seleksi pun saya ikuti yang bertempat di Universitas Pakuan dan alhasil saya gagal.

Baca Juga: Pertukaran Pelajar SMA /SMK /Sederajat oleh AFS Bina Antarbudaya

Namun saya tidak pernah menyerah. Saya tetap berusaha dan mencari informasi beasiswa ke luar negeri, sampai saya mendapatkan informasi program untuk anak SMA ke Tokyo. Saya mencoba mendaftar tetapi masih gagal. Sempat saya berfikir apakah memang saya tidak pantas untuk ke luar negeri? Tetapi hati saya terus berkata “Berjuang”. Saya pun terus berjuang dan kembali mendapatkan informasi untuk mengikuti Konferensi di Thailand dan Korea Selatan, namun setelah mendaftar tetap masih belum diterima.

Depresi memang pernah bahkan sampai gegana (gelisah galau merana). Tetapi saya tetap tidak pernah menyerah untuk mencari, berdoa dan tetap berjuang. Karena ingatlah kawan dahulukanlah langit maka bumipun akan mengikuti (Buku ERBE). Sekitar 2 bulan setelah itu, saya menjadi anggota Sun Generation setelah melewati seleksi masuk organisasi. Saat itu, Sun Education akan menyelenggarakan Study Tour ke Singapura dan Malaysia buat anggota Sun Generation, dengan setengah biaya akan disponsori oleh Sun Education dan peserta hanya menanggung biaya jajan saja. Ketika ditanya saya mau ikut atau tidak, saya langsung menjawab iya karena memang ini impian saya. Ternyata kurang lebih sekitar 5 bulan saya menunggu, akhirnya study tour itu pun dilaksanakan pada tanggal 20 – 23 Maret. Alhamdulillah, doa saya terkabul, saya berfikir ternyata memang Allah itu tidak akan salah memberi sesuatu terhadap hambanya, hanya mungkin ingin melihat seberapa besar niat dan tekad kita. Setelah itu saya langsung mengurus paspor dan lain sebagainya.

Cerita Inspirasi INDBeasiswa Jejak Zamzami Meraih Mimpi ke Luar Negeri
Singapore Institute of Management, Singapore (Sumber: Foto Pribadi)

Tibalah saatnya dimana hari keberangkatan pun tiba dan saya berpamitan kepada guru, teman dan kerabat-kerabat lainnya. Mereka tidak menyangka bahwa saya bisa mewujudkan mimpi ke luar negeri tanpa uang orang tua. Ya inilah saya seorang pejuang mimpi yang akan terus memperjuangkan mimpi saya dan menjadikan mimpi itu sebuah tanggung jawab yang harus saya selesaikan. Setibanya di Singapura, saya terkesima dan kagum bahwa saya berhasil merealisasikan mimpi ke luar negeri. Ingat kawan, sukses itu adalah hasil dari mimpi yang tak pernah tertunda. Disana saya mengunjungi beberapa universitas dan tempat-tempat di Singapura dan Malaysia. Alhamdulillah syukurillah saya bisa menapakkan kaki saya di 2 negara sekaligus, walaupun sebelumnya sempat gagal ke 4 negara lainnya. Dan InsyaAllah tahun depan pada bulan September, saya akan menapakkan kaki dan yakin pasti lulus untuk menaklukan 1 negara dalam 2 benua yaitu Negeri Al – Fatih (Turki).

Baca Juga: Cerita Inspirasi: Siswi Madrasah Lolos Seleksi 9 Beasiswa Universitas Luar Negeri

Jadi, untuk kawan-kawan semuanya selalu ingat tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Masih takut? Atau merasa ga pintar ? Bahasa Inggris kurang? Ingat kawan, kata-kata dari Kak Budi Waluyo, “Untuk meraih beasiswa ke luar negeri itu tidak diukur dari seberapa pintar kita, tapi dari seberapa besar persiapan kita”. Kalau mereka bisa mengapa kita tidak, padahal kita juga berada dalam 1 hari dengan waktu 24 jam 1440 menit dan 86.400 detik! Hanya satu niat dan tekad yang membedakan. Untuk itu mari kita sama-sama mendesign masa depan kita supaya lebih baik karena Success is Imposibble without Change.

Wassalamualaikum Wr.Wb.
Untuk sharing, kontak aja kawan :
FB : Fauzi Wahyu Zamzami
Email : fauzizamzami97@gmail.com
IG : @fauziwahyuzamzami
Blog : fauzizamzami.blogspot.com

Konten disediakan oleh narasumber.
Mari berbagi pengalaman dan cerita mengenai motivasi belajar dan beasiswa yang anda dapatkan kepada saudara-saudara kita yang mungkin belum seberuntung anda. Sesederhana apapun tulisan yang anda tulis bisa menjadi inspirasi untuk saudara-saudara kita di seluruh penjuru tanah air Indonesia.
Kirimkan tulisan dalam bentuk softcopy (.doc/.docx) dengan format tulisan sebagai berikut :
1. Nama
2. Alamat e-mail
3. Judul tulisan
4. Isi cerita/pengalaman
5. Foto (jika ada)
dan dikirimkan via email ke : indbeasiswa@gmail.com.
Semua tulisan yang terkirim ke INDBeasiswa, akan kami tayangkan maksimal 1 minggu setelah e-mail kami terima. Yuk, manfaatkan kesempatan ini untuk membagikan pengalaman dan cerita kita. Jangan lupa bahwa ilmu dan pengalaman akan lebih bermanfaat jika dibagikan kepada orang lain. 🙂