INDBeasiswa.com – Walaupun sibuk bekerja ternyata tidak menutup jalan untuk mengikuti program beasiswa luar negeri. Hal ini telah dibuktikan oleh teman kita, Kak Irwan Sutisna yang berhasil diterima di Universitat Autonoma de Barcelona Spanyol dalam program beasiswa Erasmus+. Padahal beliau juga merupakan pegawai PNS di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dengan tingkat kesibukan yang sangat tinggi. Lalu bagaimana cara beliau dapat meraih beasiswa tersebut? Berikut pengalaman Kak Irwan yang dituturkan oleh Bapak Sunarto seorang guru dan aktivis pendidikan.

Cerita Inspirasi Beasiswa

cerita inspirasi dari majene ke eropa irwan sutisna
Cerita Inspirasi: Dari Majene ke Eropa! (Sumber: Foto Pribadi)

Kuliah ke luar negeri itu tidak hanya untuk orang yang punya banyak uang saja tetapi juga bagi yang punya tekad kuat, rupanya hal ini memang benar adanya. Terutama ketika kita menyimak kisah hidup sahabat saya, Irwan Sutisna, seorang pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Majene yang kini tengah menimba ilmu di Benua Biru, Eropa. Setahun sebelum diterima di kampusnya sekarang, di tengah-tengah kesibukannya sebagai PNS di siang hari, malam harinya dia mengikuti kelas persiapan TOEFL dan IELTS di salah satu lembaga kursus bahasa Inggris di Majene. Walaupun terkadang jenuh dan capek, tapi semuanya dijalani dengan penuh semangat.

Perjuangan memang tidak pernah mengkhianati hasil. Setelah hampir setahun dia mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan akhirnya dia diterima di program Master yang dia idamkan. Dia diterima di salah satu program Erasmus+ yaitu Joint Master Quantitative Economics Methods and Models (QEM) bersama 30 orang pelajar lainnya dari seluruh dunia. Lalu dia berangkat pada bulan Agustus 2016 setelah mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Erasmus+ adalah program kerja sama pendidikan untuk jenjang Master dan Doktor antar universitas ternama di Eropa. Ada banyak sekali program yang bisa dipilih sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. Salah satunya adalah QEM yang sedang diikuti olehnya. Program QEM merupakan kerjasama 4 universitas, antara lain Universite Paris 1 Panthoen Sorbonne, Universitat Autonoma de Barcelona, Universita Ca’ Foscari Venezia Italia dan Universitat Bielefeld Jerman. Namun Irwan hanya memilih 2 universitas saja yaitu universitas kordinator program QEM yang merupakan universitas tertua di Eropa dan salah satu terbaik di dunia yaitu Universite Paris 1 Pantheon-Sorbonne Prancis. Dimana dia akan kuliah disana pada tahun kedua nanti. Sedangkan sekarang, tahun pertama, dia sedang berkuliah di Universitat Autonoma de Barcelona Spanyol.

Baginya slogan “Man Jadda wa Jadda”, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya, sangat menginspirasi dan terus memberinya semangat untuk terus berusaha. Walaupun telah bekerja 6 tahun di Majene dan tenggelam dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari, Ketua Umum Lembaga Kajian Pemuda Muslim (LKPM) Kabupaten Majene ini tetap bersemangat untuk menuntut ilmu, meningkatkan kemampuan dan wawasannya. Motivasinya selain menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim juga karena hadits Rosulullah SAW yang isinya “Orang yang berjalan menuntut ilmu, kelak Allah akan memudahkan jalannya menuju surga”. Menjadi seorang Ekonom yang ilmunya bermanfaat bagi kesejahteraan bagi banyak orang merupakan cita-citanya di masa yang akan datang, karena baginya sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

Semoga kisah ini bisa menginspirasi banyak pelajar terutama yang berasal dari daerah yang jauh dari ibu kota seperti Majene Sulawesi Barat. Bahwasanya dengan bermodal tekad yang kuat dan usaha yang membara maka tidak ada yang tidak mungkin. Irwan berharap ke depan akan ada lebih banyak pelajar Indonesia untuk bisa mengecap pendidikan tinggi di kampus-kampus terbaik dunia. Sehingga bangsa ini bisa menjadi lebih baik, menyongsong Indonesia Emas 2045. 

Foto dan konten disediakan oleh narasumber.

Mari berbagi pengalaman dan cerita mengenai motivasi belajar dan beasiswa yang anda dapatkan kepada saudara-saudara kita yang mungkin belum seberuntung anda. Sesederhana apapun tulisan yang anda tulis bisa menjadi inspirasi untuk saudara-saudara kita di seluruh penjuru tanah air Indonesia.
Kirimkan tulisan dalam bentuk softcopy (.doc/.docx) dengan format tulisan sebagai berikut :
1. Nama
2. Alamat e-mail
3. Judul tulisan
4. Isi cerita/pengalaman
5. Foto (jika ada)
dan dikirimkan via email ke : indbeasiswa@gmail.com.
Semua tulisan yang terkirim ke INDBeasiswa, akan kami tayangkan maksimal 1 minggu setelah e-mail kami terima. Yuk, manfaatkan kesempatan ini untuk membagikan pengalaman dan cerita kita. Jangan lupa bahwa ilmu dan pengalaman akan lebih bermanfaat jika dibagikan kepada orang lain. 🙂