INDBeasiswa.com – Apakah seorang aktivis kampus yang super sibuk bisa tetap mempertahankan nilai bahkan meraih beasiswa? Jawabannya bisa! Walaupun sibuk berorganisasi bahkan memiliki usaha sendiri, teman kita Kak Muhammad Agung Baiquni ini bisa tetap mendapatkan nilai bagus bahkan meraih beasiswa. Bagaimana caranya? Yuk simak pengalamannya berikut ini.

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa

cerita inspirasi beasiswa wirausaha organisasi muhammad agung baiquni
Cerita Inspirasi: Meraih Beasiswa dan Berwirausaha demi Melanjutkan Kuliah (Sumber: Foto Pribadi)

Assalamualaikum wr.wb,

Perkenalkan saya Muhammad Agung Baiquni, lulusan Universitas Diponegoro Tahun 2016. Saya ingin menceritakan pengalaman saya mengenai lolos jalur undangan universitas dengan 1 pilihan, kemudian membiayai kuliah sendiri hingga lulus serta mendapatkan beasiswa.
Masa-masa SMA ketika kelas 12 merupakan hal yang paling membingungkan saat menentukan langkah berikutnya untuk melanjutkan kuliah atau tidak. Sebagian orang mencari perguruan tinggi yang tepat dan sesuai dengan jurusan. Saat itu pada tahun 2012, jalur undangan untuk masuk universitas berbeda dengan SNMPTN saat ini dimana semua siswa dari SMA bisa mengikuti. Dulu untuk bisa mengikuti jalur undangan harus lolos seleksi di sekolah, yang mana saat itu satu sekolah hanya ada 48 siswa yang lolos, dan saya salah satunya yang lolos di dalamnya dengan peringkat 4 paralel. Untuk mendapatkan itu semua tidak semudah membalikkan tangan, semuanya butuh kerja keras, sejak kelas 2 SMA saya berusaha memperbaiki nilai rapot untuk bisa lolos jalur undangan dan Alhamdulilah saat kelas 3 SMA saya lulus seleksi di sekolah. Setelah selesai Ujian Nasional, saya terus mendekatkan diri kepada Allah dan memohon kepadanya agar semuanya dimudahkan. Ketika saya dinyatakan lolos seleksi di sekolah, saya memilih 1 pilihan dari 2 pilihan jurusan di Universitas Diponegoro. Dengan yakin saya mengambil jurusan Administrasi Bisnis. Saya pun sangat khawatir selama menunggu pengumuman sambil terus belajar buat persiapan SBMPTN dan mencoba mengikuti berbagai Tryout. Sebetulnya selain itu, saya juga mendapatkan tawaran melanjutkan kuliah di Jerman, tetapi orang tua tidak mengizinkan.


Waktu yang dinanti pun tiba, saat pengumuman Ujian Nasional, ternyata sore harinya pengumuman jalur undangan universitas pun sudah ada. Rasanya saya sangat tidak yakin karena setelah peringkat 1-3 di sekolah tidak lolos jalur undangan, dan semakin deg deg an lagi karena jurusan yang saya pilih pendaftarnya ada 1700 orang se-Indonesia dan yang diambil hanya 17 orang.

Saat itu saya terus berdzikir sambil memberanikan diri untuk login dan mengecek apakah saya lolos atau tidak. Dan Alhamdulilah saya membaca tulisan Selamat Lolos. Ternyata saya salah satu siswa yang lolos jalur undangan di sekolah saat itu, semuanya butuh kerja keras dan yang pasti pertolongan dari Allah yang utama.

Perjuangan yang berat telah menanti lagi saat kuliah, saat itu saya sudah ditinggalkan oleh ayah saya terlebih dulu, dan saya berjanji pada diri sendiri untuk bertekad kuat melanjutkan kuliah sampai selesai. Perjuangan saat kuliah sampai tahun 2016 ini pun berlika-liku. Dari awal masuk kuliah saya yang memiliki jiwa entrepreneur berusaha mengembangkannya. Saat awal kuliah saya membuka budidaya jamur dengan modal seadanya. Karena kurang pengalaman dan belum punya teman yang bisa diajak kerjasama maka jadi gagal. Saat itu pun saya harus berusaha terus menyelaraskan kuliah dan organisasi sembari berbisnis, sekaligus berfikir bagaimana caranya untuk membayar kuliah semester awal.


Awal semester 3 saya terus berbisnis sambil mencari beasiswa demi melanjutkan kuliah. Walaupun berbisnis, namun saya berusaha untuk tidak pernah mengesampingkan kewajiban sebagai mahasiswa, yaitu belajar dan mengembangkan soft skill dengan berorganisasi. Saat itu dari semester 3 sampai 8 saya mendapatkan beasiswa prestasi akademik dari DIKTI. Berbagai macam jenis wirausaha juga terus saya jalani, dari kuliner sampai jasa, dengan modal seadanya. Dari budidaya jamur yang gagal, saya berusaha membuat kantin kejujuran namun juga gagal karena dilarang berjualan di kampus. Kemudian membuka warung kuliner penyet kare juga gagal, sampai usaha berjualan gitar juga terhenti. Tapi saya tidak pernah berputus asa demi melanjutkan kuliah dengan biaya sendiri, semua saya jalani. Dengan beasiswa saya gunakan untuk membayar uang SPP, dengan berwirausaha saya gunakan untuk membiayai hidup kuliah, jatuh bangun terus berjuang siang dan malam pun dilalui.


Saat memasuki semester 5, saya juga merupakan anggota organisasi di kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa. Saya pun berusaha memaksimalkan diri selama berorganisasi untuk mencari informasi-informasi wirausaha. Ketika itu saya mengikuti Progam Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan lolos mendapatkan pendanaan dari DIKTI senilai 8,5 juta. Kembali saya membangkitkan semangat wirausaha walaupun usaha-usaha sebelumnya selalu gagal, tapi saya yakin dari setiap kegagalan itu pasti ada hikmahnya. Dan Alhamdulilah usaha yang saya jalankan dari pendanaan DIKTI tersebut terus berjalan hingga saat ini, dengan nama Baiquni & Brother Group.

Tips Mendapatkan Beasiswa

Saat itu saya terus berjuang untuk melanjutkan sisa-sisa semester yang harus diselesaikan. Entah kenapa saat semester awal sampai akhir semester, IPK selalu naik dan semakin baik, walaupun harus menghadapi kesibukan yang semakin banyak, mulai dari kuliah, organisasi, dan berwirausaha. Hingga akhirnya pada semester 7, saya berhasil mendapatkan IP 4,0. Pada akhirnya saya berhasil menyelesaikan kuliah tidak sampai 4 tahun demi menjalankan amanah orang tua, bisa terus berorganisasi untuk meningkatkan soft skill dan berwirausaha untuk mandiri. Selain itu, selama di kampus Alhamdulilah saya juga diberikan kesempatan untuk bisa berbagi ilmu dengan teman-teman di beberapa fakultas terkait ilmu wirausaha.
Kunci dari semua itu adalah manajemen waktu yang baik. Tidak ada alasan yang bilang sibuk organisasi itu akan turun akademiknya dan lain sebagainya. Semuanya akan baik jika manajemen waktunya baik. Setiap malam sebelum tidur saya selalu mengevaluasi apa saja yang sudah dikerjakan hari ini dan bangun pagi hari menulis apa saja yang akan dikerjakan hari ini dan seterusnya. Semua itu harus berorientasi pada target, yang mana hampir isi kamar saya berisi tulisan target bulanan dan tahunan.


So yakinlah pada hal yang akan kamu kerjakan, semakin baik manajemen waktu yang disusun maka semakin baik pula manajemen hidupnya. Semangat!!!


Foto dan konten disediakan oleh narasumber.

Mari berbagi pengalaman dan cerita mengenai motivasi belajar dan beasiswa yang anda dapatkan kepada saudara-saudara kita yang mungkin belum seberuntung anda. Sesederhana apapun tulisan yang anda tulis bisa menjadi inspirasi untuk saudara-saudara kita di seluruh penjuru tanah air Indonesia.
Kirimkan tulisan dalam bentuk softcopy (.doc/.docx) dengan format tulisan sebagai berikut :
1. Nama
2. Alamat e-mail
3. Judul tulisan
4. Isi cerita/pengalaman
5. Foto (jika ada)
dan dikirimkan via email ke : indbeasiswa@gmail.com.
Semua tulisan yang terkirim ke INDBeasiswa, akan kami tayangkan maksimal 1 minggu setelah e-mail kami terima. Yuk, manfaatkan kesempatan ini untuk membagikan pengalaman dan cerita kita. Jangan lupa bahwa ilmu dan pengalaman akan lebih bermanfaat jika dibagikan kepada orang lain. 🙂